SISTEM POLITIK TRADISIONAL ETNIS FIND DI DISTRIK SENGGI KABUPATEN KEEROM “ STRUKTUR SOSIAL DAN KEPEMIMPINAN ETNIS FIND”

Pengarang: 

VEIBE R ASSA, ISHAK S. PUHILI, ABDUL R MACAP, ANDI R RUMBIAK, GRACE J.M. MANTIRI

Penerbit: 

KEPEL PRESS

Tahun Terbit: 

2014

Daerah/Wilayah: 
Papua
Rak: 

KEP - 303.3 (300-309)

ISSN/ISBN: 

978-602-1228-85-2

Jumlah Halaman: 
96

Etnis Find yang mendiami Kampung Find/Senggi di wilayah Distrik Senggi memiliki bentuk keepemimpinan yang mengacu pada pembagian dalam 3 keret, yaitu Sing-Swal, Tomfal-Yamfal, Fun-Diryun yang dipimpin oleh kepala-kepala keret yang bersifat otonom (mandiri). Kriteria yang digunakan dalam bentuk  menentukan seorang kepala keret masih menggunakan kriteria asli dalam tradisi etnis Find. Pet linipek atau lepek fund merupakan bentuk kepemimpinan pada etnis Find di kampong Senggi dengan variasi campuran antara ciri kepemimpinan Ondoafi dan bigman.  Sedikit berbeda dengan konsep Ondoafi, sistem kepemimpinan “per linipek” yang dipilih berdasarkan musyawarah dilakukan oleh ketiga keret tersebut atas persetujuan klen-klen senior yang dipimpin oleh kepala keret dan setiap anggota keret dari klen senior dapat menjadi pimpinan apabila memiliki kriteria-kriteria yang telah disepakati. Perubahan atau pergeseran lebih nampak pada beberapa unsur kebudayaan, seperti bahasa, mata pencaharian, kesenian, bahasa diakibatkan oleh adanya kontak dengan budaya luar. Tiga kelompok yang berbeda pertama adalah Sing-Swal, Tomfal-Yamfal, Fun-Diryun. Ketiga klen ini awalnya memiliki wilayah teritorial yang berbeda yang berada di sekitar sungai Velme, kemudian karena alasan yang telah disebutkan diatas kemudian dipindahkan ke Kampung Find, kampung sekarang. Pembagian ini yang membuat terjadinya perubahan atau pergeseran dalam kedudukan dan peranan pada sistem kepemimpinan, hal ini terlihat saat melakukan diskusi dan wawancara. Kesatuan hidup yang dahulunya ada dalam ikatan kekerabatan dalam bentuk masing-masing klen, namun oleh pemerintah Belanda saat itu digabungkan (sungai atas dan sungai bawah) menjadi satu komunitas. Sehingga ciri kepemimpinan pada kepala klen berkurang, namun justru terletak kepemimpinan lepek fund.