SERANGAN UMUM DI KOTA SIPIROK SAAT AGRESI BELANDA KEDUA

Pengarang: 

CUT ZAHRINA

Penerbit: 

BPNB ACEH

Tahun Terbit: 

2017

Daerah/Wilayah: 
Nanggroe Aceh Darussalam
Rak: 

HIS - 907.2 (900-909)

ISSN/ISBN: 

978-602-9457-68-1

Jumlah Halaman: 
22

Kota Sipirok terletak di Kabupaten Tapanuli Selatan, merupakan salah satu markas utama yang dikuasai oleh Pasukan Belanda ketika agresi mereka yang kedua. Agresi Belanda kedua merupakan sebuah tantangan besar bagi pasukan republik terutama pasukan gerilya Sipirok. Kota Sipirok menjadi salah satu kota pertahanan dan perlawanan ketika itu untuk wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan. Selama agresi Belanda kedua, kota ini kerap kali mengalami serangan atau baku tembak antara pejuang gerilyawan Sipirok dengan pasukan Belanda. Di kota ini pernah terjadi tiga serangan umum, yaitu serangan umum pertama, kedua dan ketiga. Pada serangan ketiga ini, para pejuang gerilyawan Sipirok tetap tangguh dan tegar terutama dibawah Komando Mayor Bejo, Sahala Muda Pakpahan dan Maskud Siregar. Perlawanan berakhir hingga datangnya pemberitaan bahwa Dewan Keamanan PBB menyerukan kepada Belanda untuk gencatan senjata atas Indonesia. Dengan demikian cita-cita perjuangan bangsa Indonesia telah mencapai keinginannya yaitu merdeka.