SEJARAH PERDAGANGAN DI KABUPATEN PIDIE

Pengarang: 

SUDIRMAN, CUT ZAHRINA, HASBULLAH

Penerbit: 

BPNB ACEH

Tahun Terbit: 

2017

Daerah/Wilayah: 
Nanggroe Aceh Darussalam
Rak: 

SEK - 900 (900-909)

ISSN/ISBN: 

978-602-9457-67-4

Jumlah Halaman: 
104

Orang-orang Aceh merupakan bangsa pelaut yang mahir mengarungi lautan. Sejak lama orang Aceh telah melayari lautan dengan kapal-kapalnya sendiri. Mobilitas masyarakat yang aktif memiliki etos kerja yang tinggi membuat negeri Pidie dan masyarakatnya makmur dan sejahtera. Sebagai sebuah kerajaan yang memiliki kedaulatan, selain tetap mengatur pemerintahan sendiri, Pidie juga pernah mengeluarkan mata uang sendiri sebagai alat tukar yang sah dalam jual beli. Hal ini menunjukkan Pidie adalah sebuah kerajaan yang mandiri dan maju. Perkembangan kerajaan menunjukkan hubungan yang erat antara perdagangan dengan kekuasaan negara, bahkan perdagangan itu sendiri merupakan basis kekuasaan politik. Lintasan sejarah Pidie juga memperlihatkan bahwa sumber daya alam yang dimilikinya telah menjadi basis yang sangat mendukung tumbuh dan berkembangnya perniagaan. Pidie sebagai basis niaga di Nusantara terbentuk oleh faktor-faktor penting, seperti kesuburan tanah, keterbukaan masyarakat terhadap pihak asing. Perkembangan perdagangan merupakan fenomena sosial ekonomi penting bagi perkembangan dagang di Pidie. Perkembangan perdagangan di Pidie memiliki ciri yang unik, khususnya pada sisi nilai budaya yang membentuk kehidupan masyarakatnya. Ciri tersebut telah berlangsung dan dibentuk sepanjang sejarah. Selain memiliki nilai-nilai historis yang mampu mendinamisasikan kehidupan masyarakat, pada masa lalu Pidie juga merupakan basis niaga yang diperkuat oleh pengembangan proses pendidikan dalam kehidupan masyarakat. Adanya pedagang asing di tengah penduduk lokal, menjadi  sumber inspirasi dan juga sebagai wahana proses  transformasi sosial yang melahirkan sebuah kultur baru, yakni munculnya para pedagang lokal yang mengembangkan dan mewarisi tradisi dagang.