SEJARAH BUDAYA ROBO'-ROBO' KABUPATEN MEMPAWAH

Pengarang: 

ZULKARNAIN

Penerbit: 

DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KAB. MEMPAWAH

Tahun Terbit: 

2018

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Barat
Rak: 

KBA - 900 (900-909)

ISSN/ISBN: 

978-602-5714-382

Jumlah Halaman: 
142

Sebagian masyarakat Kabupaten Mempawah, khususnya orang-orang Mempawah, robo’-robo’ identik dengan pembacaan doa selamat, pembacaan doa agar dijahui malapetaka, serta napak tilas masuknya Opu Daeng Manambon ke Mempawah. Robo’-robo’ juga merupakan tradisi yang dilaksanakan oleh raja-raja maupun anak keturunan raja Istana Amantubillah Mempawah serta masyarakat dari dulu hingga saat ini. Robo’-robo’ berasal dari kata Rabu, karena itulah acara ini dilaksanakan pada hari rabu terakhir di bulan Syafar setiap tahun. Upacara robo’-robo’ dilaksanakan pada hari rabu terakhir di bulan Syafar ini dikarenakan berlatar belakang dari sejarah Nabi Muhammad SAW, yang hampir naas di bulan Syafar dan puncaknya pada hari selasa (minggu keempat). Selain itu, cucu Nabi Muhammad SAW Hasan dan Husein meninggal dunia pada bulan Syafar. Dan Nabi Muhammad SAW selamat dari malapetaka pada hari rabu. Berkaitan dengan itu, maka dibuatlah acara tolak bala dan selamatan yang hingga kini masih dilaksanakan oleh masyarakat Mempawah sebagai upacara robo’-robo’ yang mengandung makna Selamatan dan membaca doa tolak bala. Robo’-robo’ ini tidak terlepas dari kebudayaan, adat istiadat dan agama. Dari segi agama, ini berlatar belakang sejarah Nabi Muhammad SAW yang mengembangkan ajaran agama Islam. Sedangkan dari sisi adat istiadat dan budaya, bahwa yang pertama kali menyelenggarakan acara ini yaitu Panembahan Kerajaan Mempawah yang telah memeluk agama Islam.