RITUAL ZIARAH MAKAM OPU DAENG MENAMBON KABUPATEN MEMPAWAH KALIMANTAN BARAT

Pengarang: 

M. NATSIR, CORNELIS S, DEBI HERISTIAN

Penerbit: 

KEPEL PRESS

Tahun Terbit: 

2017

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Barat
Rak: 

UUA - 393 (390-399)

ISSN/ISBN: 

978-602-356-167-4

Jumlah Halaman: 
81

Makam OPu Daeng Menambon berada di dalam kuba diatas Sebukit Rama dengan ketinggian sekitar 30m dan mempunyai anak tangga 265 dari sungai, ukuran bangunan lebih kurang panjang 6m dan lebar 6m yang terbuat dari lantai dan dinding batu/beton, atap sirap dan jendela kaca. Perayaan ziarah merupakan upacara puncak dalam setiap tahun yang inti pokok permasalahannya, yaitu dapat mengenang kembali perjuangannya, menjadikan Mempawah sebagai pusat pembelajaran agama untuk umat, meningkatkan diri dalam hal beribadah serta mengingatkan diri untuk banyak bersyukur kepada Allah SWT. Hal yang mendorong masyarakat ziarah adalah keinginan yang ikhlas untuk semata-mata beribadah, karena hal itu bisa mengingatkan akan mati dan alam akhirat untuk diambil suri tauladan serta bisa membuat untuk bersuhud kepada dunia. Sebagaimana anggapan pengunjung bahwa kubur Opu Daeng Menambon adalah kramat. Maka dengan kekeramatan/kemuliannya itulah menurut mereka bisa memberikan berkat. Disamping itu ada juga yang meminta berkat air yang berada di lokasi makam dengan cara diminum dan sebagian airnya dibawa pulang. Para peziarah yang datang semakin meningkat, khususnya pada hari-hari yang dianggap baik oleh peziarah yaitu hari libur dan malam Jumat.