PERUBAHAN KEYAKINAN DAN AJARAN KI AGENG PENGGING: KAJIAN NASKAH SERAT KEBOKANANGA

Pengarang: 

SUMARNO DAN TITI MUMFANGATI

Penerbit: 

BPNB D.I YOGYAKARTA

Tahun Terbit: 

2018

Daerah/Wilayah: 
Daerah Istimewa Yogyakarta
Rak: 

NKU-091 (090-099)

ISSN/ISBN: 

978-979-8971-89-1

Jumlah Halaman: 
257

Serat Kebokananga merupakan naskah Jawa cetak yang diterbitkan oleh Tan Khoen Swie pada tahun 1921. Naskah tersebut berbentuk tembang yang terdiri atas 21 pupuh dalam 113 halaman. Diberi judul Serat Kebokananga karena untuk penghormatan tokoh utama dalam naskah tersebut yaitu Ki Kebokananga atau Ki Ageng Pengging. Isi perjanjian serat ini adalah perjalanan serta sejarah Ki Ageng Pengging yang semula menganut agama Budha kemudian memeluk agama Islam. Setelah masuk Islam, ia menyiarkan agama Islam di wilayah Pengging. Atas kecerdikannya, agama Islam sangat berkembang pesat di wilayah Pengging. Dalam menyiarkan agama Islam di Pengging, Ki Ageng Pengging berbeda dengan gurunya yaitu Seh Sitijenar yang menyebarkan Islam mencapai makrifat tanpa melalui syariat sehingga mendapat hukuman mati.Dalam Serat Kebokananga disebutkan adanya 4 (empat) nafsu pada diri manusia. Keempat nafsu tersebut adalah nafsu aluamah, amarah, supiyah dan mutainah. Diajarkan pula tentang ilmu-ilmu melalui ungkapan-ungkapan simbolik, diantaranya Kuda ngerab ing pandengan, pangerabe nenggih aneng margi  yang dimaknai sebagai ide yang tercermin melalui pancaindera, dan sebagainya.