PERTAMBANGAN EMAS DI SUNGAI KATINGAN PERUBAHAN FUNGSI SUNGAI BAGI MASYARAKAT DAYAK NGAJU

Pengarang: 

SEPTI DHANIK PRASTIWI, ARI WAHYUDI, JONATHAN PHILIP THOMAS

Penerbit: 

BPNB KALBAR

Tahun Terbit: 

2018

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Tengah
Rak: 

363.7 (360-369)

ISSN/ISBN: 

978-602-391-671-9

Jumlah Halaman: 
133

Rendahnya harga rotan dan karet mendorong warga Penda Dahian beralih menjadi penambang emas di sungai. Pertambangan emas yang marak di tahun 2014 nyatanya memang mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan bahkan mampu menggairahkan ekonomi warga yang ditandai  dengan munculnya warung-warung penyedia kebutuhan hidup di desa. Namun meski demikian, pertambangan emas juga memberikan dampak negatif tidak hanya bagi lingkungan sungai namun juga pada kehidupan warga. Perubahan mata pencaharian dari pengelolaan sumber daya di darat menjadi pengelolaan sumber daya air terjadi karena adanya perubahan penilaian terhadap sumber daya tersebut. Kandungan emas di sungai meski sifatnya tidak pasti dan tidak nyata, dinilai lebih mampu memenuhi kebutuhan hidup dibandingkan nilai emas dan rotan yang sebenarnya merupakan sumber daya yang pasti dan nyata. Perubahan penilaian tersebut menjadikan sungai kemudian dipergunakan sebagai sumber penghidupan. Pertambangan emas di sungai Kahayan memperlihatkan dua hal yaitu perubahan orientasi dalam pemanfaatan sumber daya alam dan memperlihatkan terjadinya perubahan fungsi sungai. Sungai yang awalnya hanya berfungsi sebagai media penunjang kehidupan, kini dijadikan sebagai sumber utama mata pencaharian warga. Potensi emas yang ada didalamnya menjadikan sungai sebagai obyek kerja. Dalam hal ini, hubungan manusia dengan sungai yang awalnya adalah subyek kini hubungan itu berubah menjadi subyek-obyek. Pada hubungan ini, manusia menempatkan dirinya sebagai subyek dan menjadikan sungai sebagai obyek untuk mendapatkan sumber daya yang terkandung didalamnya.