PEMETAAN ETNIS DAN BUDAYA DI KECAMATAN BATANG LUPAR KABUPATEN KAPUAS HULU PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Pengarang: 

DRS. POLTAK JOHANSEN

Penerbit: 

BALAI KAJIAN SEJARAH DAN NILAI TRADISIONAL

Tahun Terbit: 

2006

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Barat
Rak: 

3.5(300-31

PEMETAAN ETNIS DAN BUDAYA DI KECAMATAN BATANG LUPAR KABUPATEN KAPUAS HULU PROVINSI KALIMANTAN BARAT
Wilayah kecamatan Batang Lupar Kabupaten Kapuas Hulu di huni oleh tiga kelompok etnis yang dominan atau cukup signifikan jumlah populasinya. Ketiga kelompok etnis ini adalah: Etnis Dayak Iban, Dayak Embaloh, Etnis Melayu tetapi ada juga yang berasal dari etnis lain seperti Jawa, batak dan Minangkabau. Meskipun mayoritas orang Iban dan orang Embaloh di Kecamatan Batang Lupar telah menganut agama Kristen Protestan dan Katholik namun dalam praktek kehidupan sehari-hari mereka masih percaya pada adat istiadat yang berkaitan dengan sistem religi asli dari nenek moyang mereka. Keberadaan masyarakat Batang Lupar secara keseluruhan sangat terpengaruh atau berkaitan dengan keberadaan kota Lubok Antu di Serawak Malaysia yang berperan sebagai perdagangan usaha dagang ke Lubok Antu. Pemerintah sudah selayaknya untuk memperhatikan ketimpangan taraf kehidupan warga Indonesia di wilayah perbatasan dengan negara Malaysia. Warga masyarakat di Kecamatan Batang Lupar dengan kondisi seperti ini merasakan kurangnya perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan mereka. Salah satu problema perekonomian warga masyarakat di pedalaman sekaligus wilayah perbatasan ini adalah pasokan barang kebutuhan hidup sehari-hari seperti minyak tanah, bahan bakar gas, gula dan lainnya sangat mahal harganya dan jauh lebih murah apabila membeli barang kebutuhan tersebut di Lubok Antu Malaysia.