PELAYARAN DAN PERDAGANGAN GORONTALO ABAD KE-18 DAN 19

Pengarang: 

HASANUDDIN

Penerbit: 

KEPEL PRESS

Tahun Terbit: 

2014

Daerah/Wilayah: 
Gorontalo
Rak: 

SEK - 900 (900-909)

ISSN/ISBN: 

978-602-356-000-4

Jumlah Halaman: 
147

Jaringan perdagangan yang dinamis dengan tersedianya komoditas terutama emas dan kopra telah menarik banyak pedagang dan beberapa diantaranya mendirikan perusahaan dagang di Gorontalo. Kemajuan pelayaran niaga telah menarik para bajak laut untuk melakukan perompakan. Beberapa diantaranya selain merompak juga sebagai penyelundup komoditas dengan cara barter dengan pembesar kerajaan. Dinamika pelayaran niaga menciptakan kaum pedatang dan pedagang sebagai suatu komunitas, kemudian mendirikan dan mengembangkan perkampungan sendiri, seperti Bugis, Donggala, Tamalate, Cina dan Arab yang secara langsung menciptakan perluasan kota Gorontalo. Keberadaan perkampungan tersebut telah memberi arti pada perkembangan keragaman sosial Gorontalo yang awalnya lebih berfungsi sebagai kota pelabuhan. Dalam hal ini, pelayaran dan perdagangan dapat mendorong kemajuan suatu daerah dengan struktur sosial dan politiknya mengalami perubahan-perubahan dan mempengaruhi kehidupan masyarakat Gorontalo. Faktor dari luar dengan kehadiran bangsa Belanda dan para pedagang membawa ideologi, sistem dan berbagai unsur lainnya membawa kegoncangan dalam sistem yang lama. Akibatnya muncul berupa reaksi, adaptasi dan penolakan terhadap unsur dari luar menciptakan dinamika kehidupan masyarakat.