PATANJALA VOL. 10 NO. 2 JUNI 2018

Pengarang: 

MU'JIZAH, KUNTO SOFIANTO DKK, ANI ROSTIYATI, AWALUDIN NUGRAHA DKK, IRVAN SETIAWAN, HASANUDDIN, RISA NOPIANTI, WAHYU IRYANA DKK, YUZAR PURNAMA DKK, GORIVANA AGEZA DKK, AGUS HERYANA, GREGORIUS ANDIKA ARIWIBOWO

Penerbit: 

BPNB JAWA BARAT

Tahun Terbit: 

2018

Daerah/Wilayah: 
Jawa Barat
Rak: 

051 (050-059)

ISSN/ISBN: 

2085-9937

Jumlah Halaman: 
198

Jurnal Patanjala Vol. 10 No. 2 menampilkan artikel dengan beragam topik. Namun beragam topik itu dapat dipisahkan berdasarkan kajiannya, yang terdiri dari naskah, sejarah dan budaya. Kajian naskah mengungkap skriptorium dan dekorasi naskah Betawi. Kajian sejarah mengungkap sejarah sosial, ekonomi dan gerakan nasional. Sedangkan budaya mengungkap peran ganda perempuan, pelestarian kesenian tradisional, institusionalisasi karakter melalui lembaga pesantren, falsafah gerak dan mitos kehadiran pencak silat. Ada 12 naskah yang terdapat didalam jurnal ini, yang meliputi:
1. Mu’jizah membahas naskah Betawi dari sisi skriptorium dan dekorasi naskah.
2. Kunto Sofianto, Widyo Nugrahanto, Agusmanon Yuniadi, Miftahul Falah meneliti mengenai pembauran etnis Cina dan kaum bumi putra di Kota Garut pada abad XX.
3. Ani Rostiyati menganalisis peran ganda perempuan nelayan di Desa Muara Gading Mas Lampung Timur.

4. Awaludin Nugraha, M. Baiquni, Heddy Shri Ahimsa-Putra, Tri Kuntoro Priyambodo menganalisis respons masyarakat Kampung Naga terhadap pembangunan pariwisata.

5. Irvan Setiawan menggali tari dibingi di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.

6. Hasanuddin mengungkap mengenai dinamika tata niaga kopra di Minahasa (1946-1958).

7. Risa Nopianti mengungkap pendidikan akhlak sebagai dasar pembentukan karakter di Pondok Pesantren Sukamanah Tasikmalaya.
8. Wahyu Iryana, Nina Herlina, Kunto Sofianto menjelaskan perjuangan M.A. Sentot dalam perang mempertahankan kemerdekaan di Indramayu (1945-1949).

9. Yuzar Purnama menulis mitos Silat Beksi Betawi.

10. Gorivana Ageza, Aquarini Priyatna,R.M. Mulyadi menulis konsumsi dan komodifikasi dalam budaya urban dengan mengambil kasus bisokop di mal.

11. Agus Heryana mengungkap falsafah Penca Cikalong dalam gerak seser.

12. Gregorius Andika Ariwibowo mengungkap aktivitas ekonomi dan perdagangan di Keresidenan Lampung pada periode 1856 hingga 1930.