PANTANG LARANG DALAM MASYARAKAT DAYAK HALONG DI KABUPATEN BALANGAN KALIMANTAN SELATAN

Pengarang: 

SISVA MARYADI, SAEFUDDIN, MARTINA

Penerbit: 

BPNB KALBAR

Tahun Terbit: 

2018

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Selatan
Rak: 

TDK - 390.088 (390-399)

ISSN/ISBN: 

978-602-391-674-0

Jumlah Halaman: 
104

Pantang larang untuk saat sekarang sudah mulai banyak ditinggalkan oleh sebagian besar masyarakat. Kemajuan teknologi dan kebebasan berfikir menjadi salah satu faktor penyebab mulai ditinggalkan aturan-aturan tersebut. Dalam masyarakat khususnya di pedesaan, pantang larang masih banyak dipakai dalam kehidupan sehari-hari dan selalu berhubungan dengan nilai-nilai kearifan lokal yang hidup dan berkembang di masyarakat. Pada dasarnya, pantang larang mempunyai tujuan dan maksud tertentu terutama menyangkut upaya pemeliharaan keseimbangan dan kelestarian alam. Banyak sekali pantang dan larang dalam masyarakat Dayak Halong yang masih hidup sampai sekarang, terutama yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari. Salah satunya adalah dalam bidang pertanian, seperti saat pembukaan lahan dan memulai pekerjaan membuka lahan. Akibat pelanggaran yang dilakukan diyakini akan mengurangi hasil panen yang akan mereka dapatkan. Pantang larang sebagai tata nilai dalam tradisi lisan dalam suatu masyarakat mengandung nilai-nilai yang berhubungan dengan keyakinan atau kepercayaan terhadap ketuhanan atau alam semesta dan Sang Pencipta. Pengetahuan generasi muda tentang pantang larang banyak didapat dari orang tua dan balian dengan melihat apa yang dikerjakan oleh orang tua mereka.