PABRIK GULA DJATIROTO KAJIAN INDUSTRI GULA 1958-1980

Pengarang: 

DARTO HARNOKO, NURDIYANTO DAN DWI RATNA NURHAJARINI

Penerbit: 

BPNB D.I YOGYAKARTA

Tahun Terbit: 

2018

Daerah/Wilayah: 
Jawa Timur
Rak: 

SEK-900 (900-909)

ISSN/ISBN: 

978-979-8971-85-3

Jumlah Halaman: 
94

Salah satu perkumpulan dagang Belanda yang memiliki andil dalam pengusahaan perkebunan dan pabrik gula adalah Handel Vereeniging Amsterdam (HVA), yang memiliki kantor perwakilan di Surabaya. Pabrik gula yang didirikan HVA ini salah satunya yaitu Pabrik Gula Djatiroto di Lumajang, Jawa Timur. Pabrik tersebut sebenarnya adalah pengembangan dari pabrik gula Ranupakis yang berlokasi di Klakah, Lumajang. Antara tahun 1958-1980 pabrik gula ini mengalami pasang surut. Di dalam sistem sewa, pabrik gula ini tidak pernah menerapkan sistem sewa minimum. Usaha yang dilakukan pabrik gula Djatiroto juga menjalin kemitraan dengan petani tebu. Pabrik mendapat tambahan bahan baku sehingga stok bahan baku selalu tersedia, dan petani mendapat manfaat pemasaran yang pasti, bantuan modal, teknologi dan bimbingan/pendampingan. Keberlanjutan dan eksistensi pabrik gula ini juga karena didukung oleh tanah HGU yang dapat menopang pasokan bahan baku. Dalam perkembangannya pabrik gula Djatiroto dalam mengusahakan tanaman tebunya tetap menggunakan tanah HGU sebagai lahan pokok. Perekonomian masyarakat sekelilingnya tumbuh pesat dengan adanya pabrik gula Djatiroto yaitu dengan munculnya warung, depot, toko dan sebagainya.