NGETUNG BATIH UPACARA TRADISIONAL PADA MASYARAKAT DONGO 

Pengarang: 

AMBAR ADRIANTO, BAMBANG HENDRA SUTA PURWANA, ERNAWATI PURWANINGSIH

Penerbit: 

BPNB D.I YOGYAKARTA

Tahun Terbit: 

2018

Daerah/Wilayah: 
Jawa Timur
Rak: 

UUA-390 (390-399)

ISSN/ISBN: 

978-979-8971-88-4

Jumlah Halaman: 
104

Upacara ngetung batih mengandung arti menghitung jumlah keluarga (batih), lalu dikumpulkan dan didoakan agar memperoleh berkah, keselamatan, dijauhkan dari marabahaya, dan diberikan kemudahan dalam mencari rezeki. Tradisi tersebut diselenggarakan secara rutin pada tanggal 1 Sura. Upacara adat ngetung batih dalam konteks penyelenggaraan tradisi gebyar sura bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan sekaligus melestarikan budaya nenek moyang agar tidak lenyap. Dalam penyelenggaraan tradisi gebyar Sura, beberapa manfaat yang terkandung dalam upacara adat ngetung batih diantaranya adalah sebagai alat pemersatu dan perekat kaitannya dengan seni budaya bangsa. Kegiatan ini juga merupakan wadah pengembangan seni tradisi, khususnya jaranan turonggo yakso di wilayah Dongko. Beberapa faktor yang menyebabkan upacara ini masih tetap berlangsung, diantaranya masih ada abeberapa awarga yang percaya terhadap unsur kejawen terutama di kalangan generasi tua, masih meneruskan tradisi nenek moyang atau nguri-uri leluhur, sebagian masyarakat masih beranggapan kalau bulan Sura diyakini sebagai bulan keramat yang bisa mendatangkan keberkahan, dan sebagainya.