NADITIRA WIDYA VOL. 12 NO. 1 APRIL 2018

Pengarang: 

NIA MARNIATI ETIE FAJARAI, DKK, SUNARNINGSIH, IDA BAGUS PUTU PRAJNA YOGI

Penerbit: 

BALAI ARKEOLOGI KALIMANTAN SELATAN

Tahun Terbit: 

2018

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Selatan
Rak: 

050 (050-059)

ISSN/ISBN: 

1410-0932

Jumlah Halaman: 
88

Dalam konteks ke-Indonesiaan, arkeolog mempraktikkan laku keilmuannya sebagai upaya untuk menyusun cerita keberadaan nenek moyang dan budayanya guna mengukuhkan eksistensi bangsa Indonesia di wilayah Negara Kesatuan RI dengan nilai budayanya yang luhur. Selanjutnya pada saat sekarang ini, nilai-nilai budaya tersebut dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran, memperkukuh persatuan, dan bahkan lokasi objek arkeologinya dapat dimanfaatkan untuk destinasi wisata. Sebagian tulisan para arkeolog yang berusaha menyusun cerita perjalanan hidup nenek moyang dan budayanya, cara menyusun cerita agar diperoleh hasil yang lebih baik serta pemanfaatannya, diterbitkan dalam Jurnal Naditira Widya Vol. 12 No. 1 April 2018 ini. Adapun artikel yang diterbitkan dalam jurnal edisi kali ini meliputi :

  1. Nia Marniati Etie, dkk, menuliskan hasil penelitiannya mengenai penemuan data baru berkaitan dengan alat-alat paleolitik di Pulau Sirang, Kecamatan Awang Bangkal, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
  2. Dengan menerapkan pemikiran Gordon V. Childe, penelitian pemukiman yang dilakukan Sunarningsih di DAS Kahayan, Kalimantan Tengah, berhasil menunjukkan bahwa kehidupan masyarakat Ngaju di hulu Sungai Kapuas sejak abad ke-4 hingga ke-19 Masehi masih berada di tataran kedua dalam revolusi urban, yaitu kehidupan masyarakat yang sudah tidak lagi bergantung kepada alam, sudah mengenal cara bercocok tanam dan domestikasi binatang.
  3. Teori yang berbeda diterapkan oleh Ida Bagus Putu Prajna Yogi yang melakukan penelitian dengan menerapkan teori dendritik di pemukiman DAS Pawan, Ketapang, Kalimantan Barat.
  4. Wasita, berhasil menunjukkan bahwa penelitian arkeologi dengan perspektif kebinekaan harus dilakukan berdasarkan data yang jumlahnya lebih dari satu situs, atau berupa situs kawasan, mengandung temuan keragaman, keduanya berasal dari waktu yang setara, dan terdapat relasi antarkeduanya.
  5. Edisi Jurnal kali ini diakhiri dengan hasil penelitian Ni Komang Ayu Astiti tentang keragaman sumber daya arkeologi Kutai Kartanegara sebagai identitas budaya dan daya tarik wisata.