MITOLOGI SENGKREAQ VERSI RENTENUKNG – LINGGAN DALAM PERSPEKTIF ILMU FOLKLOR

Pengarang: 

YUVENALIS KEDOI, DKK

Penerbit: 

BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KAB. KUTAI BARAT

Tahun Terbit: 

2009

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Timur
Rak: 

CER - 398.208 (390-399)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
258

Konsep fungsi folklor memang bersifat lentur. Banyak ahli yang memiliki rumusan, sesuai dengan bidang masing-masing dalam mengartikan fungsi. Mitologis Sengkereaq itu sendiri sangat penting dalam etnogenealogi kebudayaan etnik Rentenukng, dikarenakan Sengkreaq dianggap leluhur etnik di daerah Linggang. Apabila dicermati secara mendalalam kehidupan Sengkreaq di daerah Linggang (Ngkalakng) merupakan cikal bakal Kerajaan Sendawar. Ini disebabkan karena perjalanan hidup pemimpin Kerajaan Sendawar dimulai dari daerah ini dan berada dalam budaya yang berkembang, mengiringi kehidupan para Sengkreaq. Mitos ini menurut beberapa tokoh adat di Linggang sangat penting bagi perjalanan sejarah kebudayaan etnik Rentenukng dengan beberapa alasan, diantaranya mitos ini merupakan “Kitab Suci” atau pedoman hidup yang selaras dengan tradisi, kepercayaan, dan adat istiadat nenek moyang etnik Rentenukng; model berpikir orang Rentenukng selalu bertolak dari asal-usul dari segala yang mereka alami dalam hidup sehari-hari; dalam sistem kekerabatanna, orang Rentenukng sangat memperhatikan soal silsilah keturunan geologis seseorang; mitos sengkereaq merupakan sarana legitimasi bagi orang Rentenukng sebagai kelompok yang berbeda dari kelopok kelompok lokal lainnya di dataran tinggi Tunjung sejak dahulu sampai sekarang; Linggang mempunyai kaitan erat dengan fakta mitologi sengkreaq karena merupakan tanah kelahiran Sengkreaq; dan sebagainya.