MA’ BLIEN   DUKUN BERANAK DI ACEH

Pengarang: 

ANGGA

Penerbit: 

BPNB ACEH

Tahun Terbit: 

2014

Daerah/Wilayah: 
Nanggroe Aceh Darussalam
Rak: 

KPT - 618.2 (610-619)

ISSN/ISBN: 

978-602-9457-41-4

Jumlah Halaman: 
26

Dukun beranak biasanya adalah orang yang dituakan dan dianggap memiliki pengetahuan lebih tentang obat-obatan, pantangan serta teknik perawatan dan pertolongan dalam persalinan. Tidak hanya itu, dukun beranak juga memiliki pengetahuan spiritual terkait masalah persalinan. Pada masa sekarang ini, dukun beranak seperti Ma’Blien di Aceh masih tetap hadir memberikan bantuan persalinan walaupun tidak begitu giat seperti dulu. Namun sebagian masyarakat masih mempercayai Ma’Blien untuk merawat dan menolong persalinan mereka. Hal ini tidak lepas dari peran aktif orangtua yang mengarahkan anak/menantunya untuk memilih dan menggunakan jasa Ma’Blien. Namun keberadaan Ma’Blien secara medis (formal) tidak diakui oleh pemerintah. Praktek mereka selalu dilihat sebagai salah satu indikator penyebab tingginya angka kematian ibu dan anak. Untuk mengurangi penggunaan praktek non medis tersebut, hadirnya bidan menjadi salah satu solusi untuk menjadi tenaga penolong persalinan dan penyebar informasi kesehatan untuk mendidik masyarakat terkait kesehatan ibu dan anak. Strateginya, bidan mengikutsertakan Ma’ Blien sebagai mitra dalam menangani persalinan. Keberadaan Ma’ Blien tidak dapat dipisahkan dari kebudayaan Indonesia khususnya dalam kebudayaan Aceh. Dalam konteks kearifan lokal, Ma’ Blien mengambil peran penting dalam berbagai tradisi juga pengobatan tradisional. Tradisi dan praktek yang dijalankan oleh Ma’ Blien selalu diwarnai dengan nilai-nilai adat dan agama.