KUMPULAN NASKAH LOMBA SYAIR GULUNG FESTIVAL BUDAYA KABUPATEN KAYONG UTARA 2017-2018

Pengarang: 

PESERTA LOMBA SYAIR GULUNG

Penerbit: 

BIDANG KEBUDAYAAN DINAS PENDIDIKAN KAYONG UTARA

Tahun Terbit: 

2018

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Barat
Rak: 

SAS - 819 (810-819)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
145

Syair merupakan seni Melayu yang berupa ungkapan perasaan penyair yang dibuat sedemikian rupa dalam aturan-aturan yang baku. Syair sejak dahulu layaknya puisi, merupakan sarana tertulis mengungkap nasehat, cerita, hikayat, bahkan surat resmi antar bangsawan di kepulauan melayu. Cara membaca syair-syair yang ada di nusantara atau alam melayu ini hampir mirip. Yang cukup unik    dalam penampilan membaca syair adalah yang lestari di Tanah Kayong (Ketapang dan Kayong Utara) yakni Syair Gulung. Syair Gulung merupakan warisan kesenian dari Kesultanan Matan yang berjaya dari abad 16-19, di pesisir barat Kalimantan. Kayong Utara sebagai salah satu daerah yang berdiri diatas tapak peninggalannya tidak ketinggalan dalam upaya melestarikan kesenian ini. Dalam sebutan aslinya Syair Gulung pernah disebut kengkarangan, karena isinya merupakan rekaan pengarang semata. Dan hanya seni khusus para bangsawan semata. Tapi dengan berjalannya waktu, kengkarangan juga menjadi seni rakyat. Karena bentuknya panjang, dan.  Karena itu sering digulung dalam membawakannya, maka berubah nama menjadi Syair Gulung. Syair yang media tulisnya digulung. Lagunya pun berjenis-jenis. Antara orang pulau dengan orang bukit juga berbeda. Betapa kaya kebudayaan melayu di tanah Kayong ini. Berkaitan dengan hal tersebut, pada  Festival Budaya Kayong Utara diadakan lomba Syair Gulung. Adapun beberapa judul Syair Gulung yang terdapat didalam buku ini diantaranya Syair Gulung Gunung Sembilan, Lestari Marwah Budaye Melayu, Mencapai Cita Memperteguh Marwah Melestarikan Budaya, Patuh dan Taat Kepada Guru, Budaye Hidup Bertenggang Rase, dan sebagainya.