KRONIK KALIMANTAN BERDASARKAN CATATAN PRIBADI DAN DOKUMEN YANG DIKUMPULKAN OLEH TJILIK RIWUT Volume 2

Pengarang: 

NILA RIWUT

Penerbit: 

NR PUBLISHING

Tahun Terbit: 

2018

Daerah/Wilayah: 
Daerah Istimewa Yogyakarta
Rak: 

HIS-907.2 (900-909)

ISSN/ISBN: 

978-602-52270-0-4

Jumlah Halaman: 
680

Pada buku Kronik Kalimantan Berdasarkan Catatan Pribadi dan Dokumen yang Dikumpulkan oleh Tjilik Riwut Volume 2 ini menceritakan kejadian tahun 1946  sampai dengan 1954. Adapun kejadian yang terjadi sekitar tahun tersebut menurut catatan pribadi dan dokumen yang dikumpulkan oleh Tjilik Riwut diantaranya pada tahun 1946 (1 Januari) pada saat itu Pemerintah merubah nama Tentara Keamanan Rakyat menjadi Tentara Keselamatan Rakyat; Pemerintah merubah nama Kementerian Keamanan Rakyat menjadi Kementerian Pertahanan; Surat keterangan izin tinggal di luar asrama buat M Ideham dan Tjilik Riwoet dari Dewan Pimpinan Penyelenggara expedition, tertanggal 1 Januari 1946; Vierkante Paal Kerajaan Kutai diurus dan dikuasai langsung oleh Gubernemen Belanda; Vierkante Paal dengan beslit Gubernur Jenderal Belanda tanggal 6 Februari 1916 No.9, Vieante Paal dengan resmi dikembalikan oleh Gubernur Jenderal kepada Kerajaan Kutai. 1946 (4 Januari) berisikan mengenai disebabkan karena hangatnya situasi di Jakarta akibat ulah NICA, Pemerintah RI pindah dari Jakarta ke Yogyakarta. Presiden dan para Gubernur pindah ke Yogyakarta, termasuk Gubernur pertama Borneo dan stafnya; Gubernur Bornoe yang berkedudukan di Jogjakarta memimpin perjuangan rakyat Kalimantan yang sedang diduduki Belanda. Secara strategis dan taktis, perjuangan saat itu dibagi dalam 2 periode infiltrasi bersenjata dan periode infiltrasi politik; Dalam periode infiltrasi bersenjata, kegiatan yang dilakukan antara lain mengirim beberapa kali ekspedisi ke Kalimantan. Pada tahun 1945 rombongan Rahadi Usman ke Kalbar. Tahun 1946 dikirimkan pula rombongan Firmansyah ke Kalsel, rombongan Kapten Moelyono ke Kalsel, rombongan Mayor Tjilik Riwut ke Kalimantan, rombongan Mustafa Ideham ke Kalsel. Kemudian tahun 1946 dikirimkan pula rombongan Mayor Tjilik Riwut guna membentuk pasukan MN.1001 ke Kalimantan.