KINDAI ETAM VOL 3 NO 1 NOVEMBER JUNI 2017

Pengarang: 

NIA MARNIATI ETIE FAJARI, BAMBANG SUGIYANTO, NUGROHO NUR SUSANTO, SUNARNINGSIH, WASITA, HARTATIK

Penerbit: 

BALAI ARKEOLOGI KALIMANTAN SELATAN

Tahun Terbit: 

2017

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Selatan
Rak: 

050 (050-059)

ISSN/ISBN: 

2541-1292

Jumlah Halaman: 
137

Jurnal Kindai Etam Volume 3 Nomor  1, November  2017 ini mengusung tema “Memaknai dan Melestarikan Jejak Masa Lalu di Kalimantan”. Ada 6 (enam) artikel yang disajikan oleh para peneliti Balai Arkeologi Kalimantan Selatan dengan lokasi situs di Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah. Adapun 6 (enam) artikel yang tercantum didalam Jurnal Kindai Etam ini meliputi :

  1. Diawali dengan tema artefak batu sebagai bukti keberadaan manusia masa lampau dari Rantau Balai di jantung pedalaman Kalimantan Selatan, disajikan oleh Nia Marniati Etie Fajari.
  2. Artikel kedua tentang potensi arkeologi prasejarah di Balangan, wilayah barat Pegunungan Meratus yang ditulis oleh Bambang Sugiyanto.
  3. Tradisi penguburan di pedalaman Kalimantan Utara, tepatnya di DAS Sesayap, Kabupaten Malinau diuraikan oleh Nugroho Nur Susanto.
  4. Dibalik kehidupan yang saling menerima dan menjunjung tinggi toleransi, nenek moyang kita juga telah mengenal prinsip defence, antara lain dengan membangun benteng sebagai upaya pertahanan dari serangan lawan. Sunarningsih mengemukakan keberadaan Kuta Hantapang sebagai benteng pertahanan masyarakat Dayak Ngaju di pedalaman Kalimantan Tengah.  
  5. Jika konstruksi benteng di pedalaman Kalimantan terbuat dari kayu ulin, kondisi berbeda terjadi pada Benteng Tatas di Banjarmasin yang ditulis oleh Wasita. Benteng Tatas merupakan benteng berkonstruksi bata merah buatan Belanda pada tahun 1806 untuk menempatkan pasukan pengamanan bagi asset-asetnya.
  6. Hartatik, penulis terakhir dalam edisi ini yang mengevaluasi mengenai kegiatan verifikasi cagar budaya di Kabupaten Banjar yang sarat dengan keterbatasan data objek yang diverifikasi.