JURNAL KONSERVASI CAGAR BUDAYA BOROBUDUR VOL. 12 NO 2 DESEMBER 2018

Pengarang: 

ISNI WAHYUNINGSIH DKK, ABSARI HANIFAH, RISKA RAHMA SAKTI DKK, YUDI SUHARTONO DKK

Penerbit: 

BALAI KONSERVASI BOROBUDUR

Tahun Terbit: 

2018

Daerah/Wilayah: 
Jawa Tengah
Rak: 

051 (050-059)

ISSN/ISBN: 

1978-8584

Jumlah Halaman: 
60

Masyarakat Indonesia menyimpan beragam kearifan lokal dalam berbagai aspek kehidupannya, tidak terkecuali untuk perawatan benda yang dianggap berharga oleh masyarakat tersebut. Salah satu contohnya adalah penggunaan jeruk nipis di lingkungan keraton dalam merawat keris yang telah dikembangkan menjadi bahan konservan cagar budaya berbahan besi. Berawal dari pemaham tersebut, Jurnal Borobudur Vol. XII No. 2 dibuka dengan artikel berjudul “Kajian Konservasi Tradisional Berdasarkan Naskah Kuna di Bali” oleh Isni Wahyuningsih, dkk, yang mencoba memetakan dan mencatat berbagai praktek tradisional yang dalam konteks modern dapat diutarakan sebagai lagkah-langkah perawatan cagar budaya. Dua artikel berikutnya dalam edisi kali ini mencoba menyajikan pengembangan bahan alternatif untuk menghambat ancaman maupun mengkonsolidasi material cagar budaya. Absari Hanifah mempresentasikan “Potensi Minyak Atsiri Dalam Menghambat Pertumbuhan Isolat Bakteri yang Ditemukan di Candi Borobudur”. Sedangkan Rizka Rahma Sakti, Riyanto dan Nahar Cahyandaru mengkaji “Sintesis Litium Silikat (Li4sio4) dari Abu Sekam Padi untuk Konsolidan Bata”. Sementara itu, studi kasus konservasi disajikan oleh “Kajian Konservasi Gua Gajah di Gianyar Bali” yang ditulis oleh Yudi Suhartono, dkk. Ketika sebuah wajan besar di temukan di Kutoarjo, Purworejo pada tahun 2016, penemuan ini menginspirasi penelitian tentang Gondorukem oleh Yustinus Suranto, yang hasilnya kemudian disajikan dalam artikel berjudul “ Karakter dan Kualitas Gondorukem Kuna Hasil Penemuan di Pemukiman Pecinan Kutoarjo Kabupaten Purworejo.