JUNI BERDARAH PASCA-REFORMASI

Pengarang: 

ADONG EKO

Penerbit: 

PUSTAKA RUMAH ALOY (PRA)

Tahun Terbit: 

2019

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Barat
Rak: 

ARS-904.7 (900-909)

ISSN/ISBN: 

978-602-5761-61-4

Jumlah Halaman: 
271

Pada 14 Juni 2000 atau kurang lebih 18 tahun yang lalu, Pontianak berduka. Dua mahasiswa yakni Syafaruddin dan Ar Irham menjadi korban penembakan saat aksi demonstrasi mengawal Laporan Pertanggungjawaban Gubernur Kalimantan Barat, Aspan Aswin. Peristiwa yang sering disebut “Tragedi Juni Berdarah” itu merupakan bagian tak terpisahkan dari rangkaian pergerakan mahasiswa di Kalbar. Insiden itu sekaligus menjadi tonggak sejarah bahwa di daerah ini para mahasiswanya juga aktif memperjuangkan reformasi. Dalam buku ini, mengupas secara umum bagaimana pergerakan mahasiswa Kalbar kala itu. Semua diungkapkan sesuai dengan penuturan para pelaku sejarah, para aktivis mahasiswa yang terlibat langsung dalam aksi-aksi demonstrasi. Berbagai peristiwa penting juga disajikan sesuai dengan sudut pandang mereka masing-masing. Buku ini lahir bukan untuk mengungkap siapa pelaku kasus penembakan itu. Bukan pula untuk menyudutkan siapapun. Buku ini lahir hanya untuk mengingatkan kepada ‘mereka’ yang hari itu melakukan tindakan bejat nan biadab. Tanpa rasa berdosa, ‘mereka’ tega menghabisi nyawa anak manusia dengan tembakan yang menembus kepala. Buku ini lahir bukan untuk menuntut pertanggungjawaban. Buku ini lahir bukan untuk menghujat situasi politik saat itu. Buku ini hanya untuk mengingatkan bahwa siapapun yang telah dengan sengaja tega membunuh, meski tak pernah tersentuh hukum, perbuatannya akan tetap dipertanggungjawabkan di hadaan Allah SWT, nanti di hari perhitungan.