JATUNG UTANG & FUNGSINYA Sebagai Pengiring Tari Hudog Pada Masyarakat Suku Dayak Kenyah di Desa Lung Anai, Sungai Payang Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur

Pengarang: 

Dr. H. HASYIM, M.Pd

Penerbit: 

PENA BORNEO

Tahun Terbit: 

2018

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Timur
Rak: 

RKE - 781 (780-789)

ISSN/ISBN: 

978-602-52415-1-2

Jumlah Halaman: 
117

Jatung Utang merupakan musik yang termasuk kedalam jenis musik pentatonik yang pembuatannya tidak menggunakan peralatan modern namun lebih menekankan pada kepekaan pendengaran dan kemampuan si pembuat dalam memahami nada-nadanya. Struktur musik Jatung Utan, pada masyarakat Dayak Kenyah di Desa Lung Anai Sungai Payang Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara ini dimainkan secara berulang-ulang dengan menggunakan introduction, melodi pokok dan coda. Pada Jatung Utang 1 dan 2 sebagai melodi, Jatung Utang 3 dan 4 sebagai ritme, Jatung Utang 5 dan 6 mempertegas ritmis. Fungsi music Jatung Utang dalam mengiringi Tari Hudog pada masyarakat SUku Dayak Kenyah di Desa ini berfungsi sebagai alat komunikasi, persembahan simbolik, sarana ekspresi diri, upacara adat. Terdapat perbedaaan yang sangat mencolok, antara Tari Hudog pada masyarakat Suku Dayak Kenyah di Desa Lung Anai Sungai Payang Kecamatan Loa Kabupaten Kutai Kartanegara, dengan model di daerah lainnya. Baik dari segi pakaian, kostum yang digunakan, pemahaman atas manfaat dan kepercayaan akan fungsinya, jenis dan penarinya, serta musik pengiringnya. Di daerah lain ada yang menggunakan Sampe, gitar, atau alat musik tambahan lainnya.