HAJI MUHAMMAD SIRADJ SOOD (RIWAYAT HIDUP DAN PENGABDIANNYA)

Pengarang: 

DRA. JUNIAR PURBA

Penerbit: 

BALAI KAJIAN SEJARAH DAN NILAI TRADISIONAL PTK

Tahun Terbit: 

2002

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Barat
Rak: 

L8.2(TOKOH

ISSN/ISBN: 

110

HAJI MUHAMMAD SIRADJ SOOD (RIWAYAT HIDUP DAN PENGABDIANNYA)

 

 

Haji Siradj Sood merupakan figur tokoh yang mempunyai kepribadian, ia ulet dan mempunyai pemikiran dalam memperjuangkan bangsanya. Jika dilihat dari latar belakang kehidupannya, ia berasal dari kalangan keluarga yang mampu dan cukup terpandang pada waktu itu, meskipun begitu sikap beliau dalam menghimpun dan mengkoordinir teman-temna seangkatan dan tokoh masyarakat Sambas untuk dapat saling bahu membahu dalam menentang keinginan kaum penjajah demi terwujudnya masyarakat Indonesia yang merdeka. Walaupun ayah Haji Siradj termasuk orang mampu dan cukup terpandang, dalam pergaulan sehari-hari mereka tidak sombong dan rendah hati. Apalagi dari keluarga mereka termasuk orang yang terpandang dalam bidang keagamaan, ini dibuktikan dengan sebagian besar anggota keluarga memiliki gelar haji. Selain dalam perjuangan kemerdekaan, pada tahun 1961 - 1962, Haji Siradj Sood dan kawan-kawan juga memberikan pemikirannya dalam upaya pembentukan Sambas untuk menjadi sebuah Kabupaten, dengan cara pemindahan dari Kota Singkawang ke kota Sambas. Walaupun usaha yang mereka lakukan gagal tetapi ternyata pemikiran Haji siradj dan kawan-kawan merupakan agenda atau program bagi para pejabat yang ada di Kabupaten Sambas karena usulan tersebut tetap diperhatikan dan akhirnya pada tanggal 15 Juli 1999 secara resmi keinginan para pejuang tersebut menjadi kenyataan, dengan diresmikan pemindahan ibukota kabupaten sambas dari Singkawang ke kota Sambas, oleh Gubernur Aspar Aswin dan menetapkan Tarya Aryanto sebagai Bupati Sambas. Banyak pengalaman atau hikmat yang dapat dipetik dari perbuatannya. Segala yang baik dari kepribadiannya dapat dijadikan sebagai teladan dalam mengisi masa depan bangsa.