GERAK TARI DALAM TINJAUAN SEJARAH

Pengarang: 

RISMAWIDIAWATI, ROSDIANA HAFID, SIMON SIRUA SARAPANG

Penerbit: 

BPNB SULAWESI SELATAN

Tahun Terbit: 

2018

Daerah/Wilayah: 
Sulawesi Selatan
Rak: 

SKE - 900 (900-909)

ISSN/ISBN: 

978-602-5887-03-1

Jumlah Halaman: 
130

Buku ini menampilkan tiga jenis tari tradisional yang selama ini tidak dikenal banyak orang dan berasal dari daerah yang berbeda. Adapun ketiga tarian tersebut meliputi, Tari Pajoge Makkunrai berasal dari Kabupaten Bone, tari Kaliboe dari Kabupaten Luwu Timur, dan tari Lumense dari Pulau Kabaena di Kabupaten Buton Sulawesi Tenggara.  Untuk tari Pajoge Makkunrai merupakan salah satu jenis tari yang bersifat hiburan dan lahir di zaman kerajaan. Tarian ini ditampilkan di dalam lingkungan istana, untuk memberikan hiburan kepada anak lelaki bangsawan, olehnya yang menari pula adalah gadis-gadis bangsawan. Tari Kaliboe pada awalnya mempunyai fungsi dan makna sebagai tarian perang yang pada zaman dahulu mengharuskan ada hewan yang dikurbankan. Tari ini memiliki keunikan, yang hanya diiringi oleh permainan gendang dan gong dengan irama dinamis yang disesuaikan dengan langkah kaki. Dalam tari Kaliboe ini, iringan musiknya dapat dipadukan dengan peralatan apa saja, yang penting tercipta suatu keserasian bunyi dan gerak. Peralatan tersebut seperti yang terdapat di dapur yaitu sendok dan gelas. Tari Lumense tumbuh dan berkembang pada masyarakat Moronene di Kabaena dan telah dijadikan sebagai tarian adat, yang selalu ditampilkan pada acara-acara tertentu pada masyarakat pendukungnya. Dahulu tarian Lumense ini selalu dihadirkan dalam acara perkawinan, acara pesta panen padi dan sampai sekarang masih tetap dilaksanakan pada penyambutan tamu, hiburan dan keagamaan. Semua gerakan tari adalah merupakan simbol dari nilai-nilai kehidupan yang berarti ketabahan, kesetiaan dan pengorbanan seseorang. Pada awal perkembangannya tarian Lumense adalah sebagai momentum untuk melaksanakan pemujaan atau sebagai ucapan ritual, di samping juga sering dilaksanakan sebagai penghormatan dan penyambutan acara-acara tertentu. Tarian Lumense pada zaman dahulu hanya dimainkan oleh dua orang, sedangkan sekarang dimainkan oleh sepuluh orang dan telah mengikuti irama gendang.