ETNOHISTORIS KERAJAAN SENDAWAR VERSI RENTENUKNG LINGGANG ETNOGRAFI SEJARAH KEBUDAYAAN ETNIK DI KABUPATEN KUTAI BARAT

Pengarang: 

YUVENALIS KEDOI, S, DKK 

Penerbit: 

BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN KUTAI BARAT

Tahun Terbit: 

2009

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Timur
Rak: 

SKE - 900 (900-909)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
303

Bagi masyarakat Kutai Barat tentu sudah sangat familiar dengan kata Sentawar, yang berubah karena ucapan menjadi Sendawar seperti sekarang ini. Sentawar merupukan paduan kata yang memiliki makna mitos dan legenda populer dalam sejarah kerajaan yang pernah berdiri di Kutai Barat ratusan tahun yang silam. Jadi eksistensi Kerajaan Sendawar berada di perbatasan antara realitas mitologis sebagai tradisi lisan serta sejarah lisan, dan sejarah tulisan (etnohistoriografi), atau diantara kebudayaan lisan dan kebudayaan tulisan. Pembuktian genealogis dalam kajian ini hendak membuktikan bahwa tokoh “mistis” dan “historis” dalam konteks keberadaban Kerajaan Sendawar memang benar-benar diyakini ada dalam ruang dan waktu , berdasarkan representasi kolektif dari komunitas budaya penutur eksistensi Kerajaan tersebut. Apa yang disebut-sebut sebagai “kerajaan” Sendawar dapat dikategorikan sebagai “kerajaan suku” yang berbasis luuq dan benua yang tidak pernah permanen dan harus berpindah-pindah (migrasi). Perselisihan antara tokoh dalam sebuah lamin adalah lazim terjadi pada zaman tersebut, dan dapat berdiri sebuah kerajaan baru yang hanya dipimpin seorang kepala adat. Perpindahan dari kampung lama ke kampung yang baru adalah biasa terjadi. Karenanya tidak mustahil apa yang disebut-sebut sebagai “kerajaan sendawar “ itu adalah “kerajaan nomaden” yang berpindah dari wilayah yang satu ke wilayah yang lain.