BERTAPA DEMI BANGSA KISAH PERJUANGAN TEUNGKU TAPA MEMBELA AGAMA DAN BANGSA

Pengarang: 

SUDIRMAN

Penerbit: 

BPNB ACEH

Tahun Terbit: 

2017

Daerah/Wilayah: 
Nanggroe Aceh Darussalam
Rak: 

BSL - 922 (920-929)

ISSN/ISBN: 

978-602-9457-64-3

Jumlah Halaman: 
25

Aceh dahulunya sarat dengan berbagai konflik atau peperangan. Setiap perang yang melibatkan Aceh tersebut berlangsung secara unik. Namun, sejak perang melawan penjajah, ideologi perang sabil (perang di jalan Allah) tetap muncul sesuai dengan watak dan karakter masyarakat Aceh yang Islami. Karena perang dalam melawan mereka yang dianggap penjajah atau kafir merupakan jihad fisabilillah. Lebih-lebih perang terhadap kolonialisme Belanda yang bersifat devinitive bagi masyarakat Aceh. Melalui hikayat-hikayat perang sabil yang dalam istilah Aceh disebut Hikayat Prang Sabi, para pemimpin Aceh, khususnya pemimpin agama mencoba memotivasi rakyat untuk melawan penjajah yang disebut kafe (kafir). Karena dengan ketagguhan dan kegigihan, kepahlawanan serta keberanian rakyat Aceh dalam menghadapi musuh-musuh inilah salah satu sebab mengapa Aceh dijuluki sebagai Tanah Rencong, suatu senjata khas Aceh yang digunakan dalam peperangan melawan musuh-musuhnya. Begitu juga yang dilakukan oleh Teungku Tapa dalam membela agama dan bangsa di Aceh.