BERKALA ARKEOLOGI VOL. 38 NO. 1 MEI 2018

Pengarang: 

I WAYAN ARDIKA DKK,WURI HANDOKO DKK, IRFANUDDIN WAHID MARZUKI, HENKI RIKO PRATAMA, INTAN MAULIDA AL BARROH

Penerbit: 

BALAI ARKEOLOGI D.I YOGYAKARTA

Tahun Terbit: 

2018

Daerah/Wilayah: 
Daerah Istimewa Yogyakarta
Rak: 

051 (050-059)

ISSN/ISBN: 

0216-1419

Jumlah Halaman: 
97

Berkala Arkeologi Vol. 38 2018 ini memuat 5 (lima) artikel yang ditulis oleh sejumlah peneliti maupun praktisi. Kali ini artikel-artikel yang dimuat merupakan hasil-hasil penelitian maupun kajian tentang arkeologi klasik, arkeologi Islam-Kolonial, maupun CRM. Adapun ke-5  artikel yang dimuat dalam Vol. 38 No. 1, Edisi Mei 2018 ini meliputi :

  1. I Wayan Ardika, I Ketut Setiawan, IGN Tara Wiguna, I Wayan Srijaya. Artikel tersebut berjudul “Sapatha Dalam Relasi Kuasa dan Pendisiplinan Pada Masyarakat Bali Kuno”. Artikel ini membahas mengenai ragam sapatha atau kutukan yang tercantum dalam berbagai prasasti Bali Kuno dari abad IX-XIV yang kemungkinan merupakan wacana untuk melegitimasi dan mengukuhkan kekuasaan raja atau penguasa pada masa Bali Kuno .
  2. Wuri Handoko dan Syahruddin Mansyur, berjudul “Kesultanan Tidore :  Pusat Kekuasaan dan Diaspora Peradaban di Wilayah Periferinya”. Dalam tulisan ini dikaji jejak-jejak arkeologi Kesultanan Tidore untuk menjelaskan tentang perkembangan kesultanan tersebut sebagai pusat kekuasaan Islam di wilayah Kepulauan Maluku.
  3. Irfanuddin Wahid Marzuki, dengan artikel berjudul “Perkembangan Morfologi Kota Gerontalo Dari Masa Tradisional Hingga Kolonial”. Artikel ini membahas perkembangan morfologi kota Gorontalo dari masa tradisional hingga kolonial serta faktor yang melatarbelakangi perkembangan morfologinya.
  4. Henki Riko Pratama , artikel yang berjudul “Proses Pembentukan Data Arkeologi Bawah Air di Bangkai Kapal Liberty, Tulamben”.  Artikel ini memberikan beberapa pembahasan mengenai proses pembentukan data arkeologi pada Kapal Liberty yang tenggelam di Perairan Tulamben beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya.
  5. Intan Maulida Al Barroh, mengangkat tulisan yang berjudul “Model Desa Arkeologi :  Pendekatan Baru Dalam Konservasi Warisan Budaya Pedesaan” sebagai artikel terakhir. Tulisan ini berupaya untuk berkonstribusi dalam pengembangan kerangka konseptual mengenai konservasi warisan budaya dengan titik tolak pemberdayaan masyarakat di wilayah pedesaan.