BERKALA ARKEOLOGI SANGKHAKALA VOL. 20 NO. 2 NOVEMBER 2017

Pengarang: 

AMBO ASSE AJIS, IWAN HERMAWAN, KETUT WIRADNYANA, NENGGIH SUSILOWATI, REPELITA WAHYU OETOMO

Penerbit: 

BALAI ARKEOLOGI SUMATERA UTARA

Tahun Terbit: 

2017

Daerah/Wilayah: 
Sumatera Utara
Rak: 

051 (050-059)

ISSN/ISBN: 

1410 - 3974

Jumlah Halaman: 
151

Berkala Arkeologi Sangkhakala terdiri dari dua kata yaitu Sangkha dan Kala. Sangkha adalah sebutan dalam bahasa Sansekerta untuk jenis kerang atau siput laut. Dalam mitologi Hindu Sangkha digunakan sebagai atribut dewa dalam sekte Siwa dan Wisnu. Sedangkan kala berarti waktu, ketika atau masa. Jadi Sangkhakala merupakan alat dari kerang laut yang mengeluarkan suara sebagai tanda bahwa waktu telah tiba untuk memulai suatu tugas atau pekerjaan. Berkala Arkeologi Sangkhakala Volume 20 Nomor  2, November 2017 ini memuat 5 (lima) artikel, meliputi :

  1. Ambo Asse Ajis, dalam tulisannya yang berjudul Ramni - Ilamuridesam : Kerajaan Aceh Pra – Samudera Pasai  Ramni – Ilamuridesam :  Pre – Samudera Pasai Kingdom of Aceh
  2. Iwan Hermawan, berjudul Persebaran Bangunan Pertahanan Jepang di TelukBetung, Kota Bandar Lampung  The Distribution of Japanese Defense Structures In TelukBetung, Bandar Lampung City
  3. Ketut Wiradnyana, berjudul Identifikasi Budaya Prasejarah Dari Artefak Di Situs Bukit Kerang Kawal Darat I  The Identification of Prehistoric Culture  From The Artefacts At The Site of Kawal Darat I Shell-Midden
  4. Nenggih Susilowati, berjudul Tradisi Mengunyah Sirih dan Memotong Kerbau Pada Upacara Adat / Horja di Angkola – Mandailing   The Tradition of Betel – Chewing And Buffalo Slaughtering in The Traditional Ceremony / Horja in Angkola - Mandailing
  5. Repelita Wahyu Oetomo, berjudul Motif Hias Nisan : Latar Belakang Pembuatan Hiasan Lampu Gantung Pada Nisan di Barus  Tombstone Decoration Motif : Behind The Making of Chandelier Decoration on Tombstones in Barus