AWAL KEBANGKITAN & KERUNTUHAN PELABUHAN PALLIME DI BONE

Pengarang: 

TAUFIK AHMAD, SYAHRIR KILA

Penerbit: 

PUSTAKA REFLEKSI

Tahun Terbit: 

2016

Daerah/Wilayah: 
Sulawesi Selatan
Rak: 

SUA-959.8 (950-959)

ISSN/ISBN: 

978-979-3570-90-7

Jumlah Halaman: 
98

Pelabuhan Pallime pada awalnya hanya berupa kawasan tepian. Pelabuhan ini berada di perairan Sungai Cenrana yang berhulu di Danau Tempe dan bermuara di Teluk Bone. Sejak abad ke 16 Masehi, Sungai Cenrana telah menjadi jalur lalu lintas air yang menghubungkan antara daerah-daerah sekitar muara Teluk Bone dengan daerah-daerah sekitar Danau Tempe dan Danau Sidenreng. Jalur tradisional ini merupakan cikal bakal terbentuknya Pelabuhan Pallime sebagai pintu masuk angkut dan muat hasil-hasil bumi di daerah-daerah Bugis. Pelabuhan ini mengalami perkembangan pesat setelah dikuasai oleh pemerintah kolonial Belanda 1905. Bahkan lebih maju dibandingkan Pelabuhan Bajoe. Meningkatnya aktivitas Pelabuhan Ballime dikarenakan pemerintah Belanda membangun fasilitas pelabuhan, seperti : gudang barang, pabrik penggilingan dan gedung minyak. Buku ini mengupas awal kebangkitan dan keruntuhan Pelabuhan Pallime dan pengaruh sosio-ekonomi, serta geo-politik masyarakat di sekitarnya.