ARSITEKTUR TRADISIONAL TAMIANG

Pengarang: 

AGUS BUDI WIBOWO

Penerbit: 

KEMENTERIAN KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA

Tahun Terbit: 

2012

Daerah/Wilayah: 
Nanggroe Aceh Darussalam
Rak: 

ART-722.4 (720-729)

ISSN/ISBN: 

978-602-9052-16-9

Jumlah Halaman: 
153

Arsitektur tradisional Tamiang tidak semata bentuk bangunan fisik semata, tetapi juga memiliki beragam makna simbolis (nilai estetika, etika, religius, kebersamaan/humanitas) sebagai pengejawantahan budaya masyarakat terhadap lingkungan alam dan lingkungan sosial-budaya yang menjadi tempat tinggal mereka. Makna/simbolisasi  ini terwujud dalam tata ruang, warna ornament/ragam hias, aksesoris bangunan, dan sebagainya. Ragam hias atau ornament merupakan salah satu unsur penting dalam arsitektur tradisional Tamiang. Agama Islam yang dianut oleh sebagian subetnis Tamiang telah memberi pengaruh terhadap ragam hias Tamiang. Dalam sebuah rumah adat di sebuah kampong terdapat pula bangunan lain. Misalnya, dalam kompleks istana, selain istana (tempat tinggal raja) tersebut, maka terdapat pula bangunan lain seperti tempat musyawarah, tempat tinggal para pembantunya. Sedangkan masyarakat biasa terdapat tempat menyimpan padi, kandang ternak. Kehidupan di dalam rumah memberikan gambaran tentang sei rupa, religi, mata pencaharian, bahasa, kekuasaan, juga teknologi yang kesemuanya saling berkaitan. Di balik kasat mata itu tersembunyi nilai filosofi yang disemat oleh nenek moyang, diwariskan kepada anak cucu.