ARSITEKTUR TRADISIONAL MASYARAKAT ADAT KAJANG

Pengarang: 

FAISAL

Penerbit: 

KEMENTERIAN KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA

Tahun Terbit: 

2012

Daerah/Wilayah: 
Sulawesi Selatan
Rak: 

ART-722.4 (720-729)

ISSN/ISBN: 

978-602-9052-17-6

Jumlah Halaman: 
138

Arsitektur tradisional masyarakat adat Kajang terdiri atas dua bentuk bangunan, yaitu bangunan tempat tinggal yang disebut bola dan bangunan tempat pertemuan yang disebut bola pabboroang ada’.  Keduanya memiliki bentuk yang sama, yaitu berbentuk panggung. Kesamaan bangunan tersebut juga tampak pada beberapa ragam hias yang digunakan. Sedangkan perbedaannya yaitu pada bola pabboroang ada’ memiliki ukuran yang lebih besar, dan bagian depan dan samping memiliki dinding yang relatif pendek. Penataan ruang juga relatif berbeda, bola memiliki sekat-sekat berupa kamar. Sedangkan bola pabboroang ada’ tidak memiliki kamar, sehingga kelihatan tampak lebih lapang dan luas. Hingga sekarang kedua bentuk bangunan tersebut dipertahankan keasliannya, baik dari segi bentuk, ukuran dan material bangunan yang digunakan. Mengenai material bangunan tidak diperbolehkan menggunakan bahan material dari hasil industry. Hal ini terkait dengan sistem kepercayaan mereka yang diatur dalam pasang. Oleh karena itu, kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan pendidikan tidak membawa perubahan terhadap arsitektur tradisional masyarakat adat Kajang.