ARSITEKTUR TRADISIONAL DAERAH RIAU

Pengarang: 

O.K. NIZAMI JAMIL, ZULKIFLI SALEH, TENAS EFFENDY, AMRIN SABRIN 

 

Penerbit: 

ART-722.4 (720-729)

Rak: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
172

Rumah tempat tinggal pada suku melayu di Kepulauan Riau umumnya dinamakan rumah bumbung melayu atau rumah belah bubung atau rumah rabung. Nama rumah belah bubung diberikan oleh orang Melayu karena bentuk atapnya terbelah oleh hubungannya. Untuk membedakan dengan bentuk atap yang tidak memakai perabung seperti bangunan pondok ladang atau gubuk yang disebut pondok pisang sesikat. Sebutan lain yang diberikan kepada rumah itu berdasarkan bentuk kecuraman atap, variasi atap dan letak rumah. Rumah tempat tinggal suku melayu di Lima Koto umumnya disebut rumah lontik. Sebutan lain adalah rumah pencalang atau lancang. Nama lontik diberikan menurut bentuk perabung atapnya yang lentik ke atas, sedangkan nama pencalang dan lancang diberikan karena bentuk hiasan kaki dinding depannya mirip perahu.