Peralatan tradisional Bening

Provinsi: 
Kalimantan Utara

Peralatan tradisional

Bening

Peralatan tradisional Bening

Bening merupakan alat yang digunakan untuk menggendong anak dari kabupaten Bulungan, Tanjung Selor, Kalimantan Utara. Alat ini merupakan salah satu alat tradisional untuk mengendong bayi suku dayak di Kalimantan utara yang turun temurun digunakan semasa lampau

Bening atau gendongan bayi suku dayak yang terbuat dari manik-manik ini dipakai pada saat anak umur 6 bulan sampai dengan 1,5 tahun. Alat ini dipakai orang tua agar memudahkan beraktifitas karena pada masa lampau tidak ada yang menjaga anak-anak sehingga tercipta lah bening atau gendongan anak ini.

Pada zaman dahulu bentuk Bening dan ukirannya di bedakan antara masyarakat biasa dan keturunan bangsawan. Gendongan atau bening untuk bangsawan dalam bahasa Dayak disebut dengan Paren. Paren dihiasi ukiran mengunakan manik berbentuk muka manusia/harimau yang dihiasi dengan gigi macan dan gigi harimau yang menggambarkan keperkasaan. Manik-manik yang digunakan harus berwarna merah, hitam, hijau, putih yang mengambarkan keanekaragaman manusia. Motif ukiran yang saling berkaitan menggambarkan manusia saling bergantung satu sama lain. Pada jaman dahulu motif yang digunakan untuk kaum bangsawan tidak boleh dipakai untuk bening yang dipakai masyarakat biasa karena menurut cerita orang tua, jika masyarakat biasa memakai ukuran dan asesoris untuk keturunan bangsawan atau paren maka akan terkena masalah kesehatan sepanjang hidupnya.

Ukiran pada Bening untuk masyarakat biasa berbentuk asu atau anjing dengan hiasan berupa manic tanpa memakai gigi harimau dan gigi macan.

 

Sumber data

Laporan Pencatatan WBTB tahun 2015