Kuliner Ancur Paddas

Provinsi: 
Kalimantan Timur

Kuliner

Ancur Paddas

Kuliner Ancur Paddas

Kuliner Ancur Paddas dikenal sebagai kuliner khas Berau (Banua) sejak tahun 1600-an sebagai makanan ringan di Keraton kesultanan Berau. Makanan ini hampir mirip dengan makanan Bubor Paddas yang berasal dari Sambas, Kalimantan Barat. Kuliner Ancur Paddas dikenal sejak ratusan tahun yang lalu yang disuguhkan pada setiap acara dikeraton untuk menjamu tamu yang datang, menu pada acara selamatan serta penganan khas untuk berbuka puasa.

Ancur Paddas adalah makanan khas masyarakat suku Berau (Banua) yang mendiami kawasan pesisir sungai Berau. Makanan ini tetap dijadikan makanan khas bagi masyarakat Gunung Tabur, Sambaliung, Tanjung Redeb, dan Teluk Bayur. Biasanya anccur paddas disuguhkan dirumah-rumah warga pada waktu selamatan menyambut bulan ramadhan, untuk buka puasa, selamatan bulan syafar, dan acara lain sesuai kebutuhan. Ancur paddas saat ini menjadi penganan khas Berau (Kuliner Berau) yang dikenal diluar sebagai bubur khas Berau yang unik dan memiliki rasa yang nikmat. Bahkan makanan ini sering dijadikan sebagai makanan pembuka dirumah makan atau restoran

Untuk membuat makanan ini, bahan yang diperlukan yaitu beras, Bikin atau tudai, buah labu, air, minyak goreng, daun singkil, jaung. Adapun bumbu yang dipakai adalah bawang merah, bawang putih, serai atau sarrai, jahe atau pamaddas, laos atau langkuas, kunyit, ketumbar atau ketumbar, merica atau sahang, kemiri atau parijjak, garam.

Makanan ini bermanfaat untuk kesehatan karena mudah dicerna. Penggunaan beberapa jenis campuran bumbu juga baik dan berguna untuk kesehatan dan pencernaan. Bagi penyuka ancur paddas, sangat baik untuk obat dan menghilangkan bau badan

Cara pengolahan*

Beras dicuci lalu di sangrai atau dikuai hingga menjadi harum, baru dicampur air dan dimasak jadi bubur. Bumbu di haluskan kemudian disangrai, baru dimasukkan kedalam bubur, diaduk sampai merata. Aroma bubur harum, segar. Aroma khas akan tercium setelah dimasukkan bumbu dan tudai atau bikin babirai (tudai masih hidup dipecah baru dimasukkan kedalam bubur yang sedang mendidih).

sumber

Laporan Pencatatan WBTB 2014

Sumber foto content.cdninstagram.com