Kerupuk Basah, Kuliner Kalbar

Provinsi: 
Kalimantan Barat

Kerupuk basah, adalah kuliner khas Kalimantan Barat yang cukup terkenal, berasal dari Kabupaten Kapuas Hulu. Bahan dasar makanan ini adalah ikan tawar atau ikan sungai, tepung terigu dan tepung kanji.

Kuliner Kalbar

Adapun bahan-bahan dan cara pengolahan kuliner kerupuk basah ini adalah sebagai berikut:

1. Bahan Pokok

Bahan pokok atau bahan utama kerupuk ini adalah ikan tawar atau ikan sungai dan tepung sagu atau tepung kanji (sagu putih). Masyarakat Kapuas Hulu sering membuatnya dengan menggunakan ikan belida. Namun sebenarnya dalam pembuatan kerupuk basah ini dapat dipergunakan dari semua jenis ikan sungai, walaupun rasanya tidak seenak ikan Belida. Jika dibuat dari ikan Belida, biasanya kerupuk basahnyapun disebut Kerupuk Basah Ikan Belida.

Khusus untuk jenis ikan Belida, yang hidup bebas di Sungai Kapuas tidak selalu ada setiap saat. Keberadaannya juga dipengaruhi oleh musim yang terjadi (musim penghujan dan musim kemarau). Biasanya pada musim kemarau, ikan Belida akan mudah didapat. Namun pada musim penghujan akan susah sekali untuk mendapatkan ikan Belida, sehingga susah dapat diperkirakan pada saat tertentu harga ikan Belida akan sangat mahal, walaupun pada musim kemarau ikan Belida tidak dapat juga dikatakan murah. Oleh sebab itu, masyarakat Kapuas Hulu dapat menggantikan dengan jenis ikan lain yang lebih murah, sehingga harga kerupuknya pun dapat lebih murah.

2. Bumbung dipergunakan dalam pembuatan kerupuk basah ini sangat mudah diperoleh di pasar, yaitu bawang putih, sahang (merica) dan garam.

Untuk bumbu ikan basah sebanyak kurang lebih 1 liter (1 mangkok) ikan basah (dalam pembuatan kerupuk basah ini tidak menggunakan ukuran kilogram, hal ini disebabkan oleh ukurannya tidak berdasarkan berat melainkan ukuran banyaknya ikan basah. Demikian juga dengan tepung yang digunakan sebanyak kurang lebih 1 liter (1 mangkok). Bumbu kerupuk ini adalah sebagai berikut:

  1. Bawang putih 2 siung
  2. Merica 1 sendok the
  3. Garam secukupnya
  4.  

a. Bahan Bumbu

Merica dan garam dihaluskan bersama-sama garam, setelah bawang putih dikupas, dihaluskan bersama-sama dengan merica dan garam tadi, sehingga bahan ini menjadi satu dan merata.

Cara mengolah:

Setelah daging an dipisahkan dari tulang dan siripnya, daging tersebut digiling sampai halus. Setelah itu campurkan ikan yang telah halus tersebut dengan bumbu di atas. Setelah merata masukkan tepung sagu sedikit demi sedikit agar bahan tersebut menjadi satu dan merata dengan bumbu. Kemudian bahan tersbut dibuat berbatang-batang menyerupai lontong, untuk besarnya tergantung selera, namun dianjurkan tidak terlalu besar agar bagian tengahnya akan masak dengan baik.

Sementara itu siapkan air mendidih dalam panci atau dapat juga dengan menggunakan wadah yang besar, kira-kira dapat merebus bahan tadi dengan baik. Setelah air mendidih masukkan bahan (batangan ikan tadi) ke dalam panci sampai masak. Biasanya tanda bahwa batangan ikan tersebut masak adalah dengan melihat bahan tersebut sudah mengapung. Setelah masak kerupuk tersebut dapat diangkat untuk didinginkan.

Cara memasak: dimasak di atas api (dengan kompor) dengan wadah panci direbus sampai matang.

Cara penyajian:

Kerupuk basah ini dapat semakin menggugah selera makan apabila dihidangkan dengan menarik, oleh sebab itu keindahan penyajian juga harus menjadi perhatian. Dalam penyajian kerupuk basah ini dapat dilakukan dengan meotong-motong batangan ikan yang sudah dingin tadi. Setelah itu dapat disajikan pada piring yang lebih ceper. Biasanya disertai dengan sambal kacang.

Cara makan: Dimakan begitu saja sebagai makanan sampingan. Bukan sebagai pelengkap makan nasi atau sebagai lauk pauk.

Fungsi (sehari-hari, pengobatan, upacara): sehari-hari

Nilai budaya: dengan memakan kerupuk basah ini nilai budaya yang telah dipetik yaitu ikut memanfaatkan sumber daya alam yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu Kalbar, karena daerah itu merupakan sentra ikan belidak.

 

Sumber data: Asmara, U. Husna. 1997. “Aneka Resep Masakan Khas Kalbar”. Pontianak: Penerbit Romeo Grafika.

Penginput Data: Neni Puji Nur Rahmawati