Pameran Sejarah dan Budaya 2012

Pameran Sejarah dan Budaya 2012

 

Pameran Sejarah dan Budaya sebagai agenda tahunan Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Pontianak telah diselenggarakan dengan sukses pada tanggal 20-26 Mei 2012. Kegiatan pameran pada tahun ini diselenggarakan atas kerjasama antara BPSNT Pontianak dengan Museum Negeri Provinsi Kalimantan Barat dan Panitia Pekan Gawai Dayak Kalimantan Barat. Pameran Sejarah dan Budaya kali ini diselenggarakan dalam rangka Pekan Gawai Dayak tahun 2012.

Mengikuti tema utama dari Pekan Gawai Dayak, BPSNT Pontianak kemudian merumuskan tema senada dengan judul “Menjalin Harmoni dalam Keberagaman Untuk Membentuk Jati Diri dan Karakter Bangsa.” Atas tema tersebut, kami merumuskan tigabuah tujuan penyelenggaraan pameran. Pertama, memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk mengenal diri dan lingkungannya. Yakni dengan pengenalan terhadap berbagai suku bangsa di Kalimantan; kedua, memperkenalkan hasil kajian para peneliti Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Pontianak baik terkait dengan keanekaraman suku bangsa; ketiga, mempromosikan Perpustakaan Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Pontianak sebagai pintu masuk untuk mengetahui sejarah dan budaya Kalimantan.

Berpadunya pameran sejarah dan budaya tahun ini dengan Pekan Gawai Dayak sebenarnya adalah bentuk strategi BPSNT Pontianak untuk menyedot minat pengunjung yang juga berkunjung ke acara besar daerah tersebut. Nyatanya, lebih dari tiga ratus pengunjung di mana diantaranya merupakan rombongan sekolah yang jumlah setiap rombongan mencapai limapuluhan orang.  

Pameran selama 6 (enam) hari ini ternyata menyedot animo yang luar biasa dari masyarakat Kalimantan Barat. Informasi yang disajikan melalui foto, buku, film, dan banner mendapat respon yang baik mengingat bahan muatan lokal berupa kajian sejarah dan budaya lokal sangat minim dan kurang tersebar ke sekolah-sekolah. Adapun dari penyajian materi yang dipamerkan dinilai cukup baik oleh pengunjung. Akan tetapi pemutaran film dengan layar yang kecil dinilai kurang memadai untuk diapresiasi oleh pengunjung dengan jumlah yang cukup banyak.

Berkaitan dengan hal tersebut di atas, dari pengamatan kami pengunjung baik dari kalangan pelajar (siswa atau mahasiswa) serta masyarakat umum tampaknya mulai menyadari pentingnya mengenali sejarah dan budaya daerahnya. Hal ini terlihat ketika mereka menyatakan kekagumannya terhadap foto-foto tempo dulu dan informasi yang kami sajikan pada banner yang disertai dengan visualisasinya.

Berdasarkan respon tersebut, kami rumuskan autikritik bagi pameran kali ini sekaligus beberapa catatan bagi penyelenggaraan pameran berikutnya.

(1)  BPSNT Pontianak kurang dikenal baik nama maupun lokasi gedungnya. Karenanya, alangkah baiknya jika penyelenggaraan pameran berikutnya diadakan di gedung BPSNT Pontianak sendiri.

(2)  Presentasi film menggunakan layar kecil di area sempit harus diperbaiki di waktu mendatang dengan menampilkan layar yang lebih lebar dengan area yang lebih lapang sehingga pengunjung dapat menikmati jalannya film dokumenter.