KEGIATAN UJI PETIK PENYUSUNAN SOP PELESTARIAN KOMUNITAS ADAT

Keberadaan suatu komunitas adapt sebagai bagian dari keragaman masyarakat dan kebudayaan di Indonesia perlu diangkat dan diketengahkan dalam sebuah sumber tertulis yang ringkas namun padat informasi. Tujuannya bukan saja untuk memperjelas seberapa jauh kemajemukan masyarakat dan kebudayaan di Indoensia serta meningkatkan saling pengertian antarsesama  anak bangsa sehingga menumbuhkan sikap saling toleransi, tetapi juga berguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan tentang masyarakat dan kebudayaan di Indonesia.

Oleh karena itu pemerintah melalui Direktorat Pembinaan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa  memiliki tugas pokok menyiapkan rumusan norma, standar, prosedur, dan kriteria (NSPK) merasa perlu untuk menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) berupa Pedoman Inventarisasi Komunitas Adat yang bekerja sama dengan Balai Pelestarian Nilai Budaya Pontianak.  Pedoman Inventarisasi Komunitas Adat  merupakan instrumen atau petunjuk teknis pengumpulan data mengenai komunitas adat dan kelak dapat digunakan oleh semua pihak yang akan melaksanakan inventarisasi komunitas adat secara terarah dan sistematis.

Tujuan dari penyusunan standar operasional prosedur tentang pedoman inventarisasi komunitas ini adalah untuk memberikan rambu-rambu untuk melaksanakan serta memudahkan kegiatan inventarisasi tentang komunitas adat tersebut dengan sasaran kegiatan yaitu pemerintah, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bidang kebudayaan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Pemerhati Budaya, Perguruan Tinggi, Lembaga yang bergerak di bidang tradisi.

Acara ini dilaksanakan pada tanggal 12 September 2013 di Hotel Orchard Kota Pontianak dan dibuka secara resmi oleh Bapak Drs. Sigit Widodo, mewakili Direktur  dengan narasumber Prof. Dr. Ayu Sutarto dan ditutup oleh Bapak Kasubbag Tata Usaha Balai Pelestarian Nilai Budaya Pontianak, Bapak Ikhsan, S.Sos mewakili Kepala BPNB Pontianak.