Dialog/Sosialisasi Perlindungan WBTB Indonesia

Dialog/Sosialisasi Perlindungan WBTB Indonesia

 

            Perlindungan Warisan Budaya Takbenda Indonesia Sebagai Upaya Menghargai Keberagaman Ekspresi Budaya dan Memperkokoh Jati Diri Bangsa adalah tema yang diusung dalam Dialog/Sosialisasi Perlindungan Warisan Budaya Takbenda Indonesia, yang diselenggarakan oleh BPSNT Pontianak Wilayah Kalimantan bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov. Kalimantan Timur. Tujuan dari dialog/sosialisasi ini adalah meningkatkan kesadaran dan penghargaan masyarakat terhadap warisan budaya takbenda Indonesia dan keanekaragaman ekspresi budaya; mendorong pemerintah daerah, lembaga dan masyarakat adat, serta para individu untuk terlibat secara aktif dalam upaya inventarisasi dan dokumentasi warisan budaya takbenda; serta menggali permasalahan dan menumbuhkan inisiatif masyarakat setempat dalam pengelolaan dan pelestarian warisan budaya yang terdapat di wilayahnya.

Kegiatan yang diselenggarakan pada bulan Mei 2012 di Samarinda ini menampilkan dua orang nara sumber. Di depan sekitar 50 orang peserta, kedua nara sumber memaparkan tentang pentingnya upaya pelestarian warisan budaya serta dialog antara pemerintah dengan multipihak dalam merealisasikan upaya-upaya tersebut. Secara lebih khusus, Sjamsul Hadi, S.H, M.M (Kasubdit Pengetahuan Tradisional, Kemendikbud) memaparkan tentang pelestarian kebudayaan; warisan budaya nasional; hak kekayaan intelektual; serta perlindungan dan promosi keberagaman ekspresi budaya. Sedangkan Dr. Aji Qomara Hakim (Dosen Fakultas Ilmu Budaya Univ. Mulawarman Samarinda) menekankan perlunya membangun komitmen bersama dan menyelenggarakan program-program yang melibatkan multipihak, serta meminimalisir kesenjangan antara pemerintah dengan masyarakat.

            Terdapat beberapa rumusan yang dihasilkan dari Dialog/Sosialisasi Perlindungan WBTB tahun 2012. Salah satu di antaranya adalah pelestarian WBTB di Provinsi Kalimantan Timur menjadi tanggung jawab dan kewajiban pemerintah dan masyarakat. Selain itu ditekankan pula pentingnya pendataan seluruh potensi WBTB di Kalimantan Timur, peningkatan kerja sama antara dinas di tingkat provinsi dengan dinas di kab/kota serta perguruan tinggi, pelatihan dan sosialisasi HKI untuk para praktisi seni (budayawan) secara berkala, serta pemberian bantuan dana pembinaan sebagai bentuk penghargaan dan stimulan bagi para seniman/budayawan untuk terus berkarya.