Alat Musik Rebab

Provinsi: 
Kalimantan Tengah

Rebab, adalah sejenis alat musik tradisional dari Kalimantan Tengah

alat musik tradisional Kalteng

 

Sejarah:

Rebab merupakan salah satu instrumen gesek tradisional di Suku Dayak Ot Marikit, Kalimantan Tengah.  Sejarah Rebab di Kalimantan tengah sampai sekarang belum diketahui secara pasti, apakah pengaruh Cina atau pengaruh dari rebab Melayu atau Jawa. Istilah rebab sangat dimungkinkan sama dengan istilah yang digunakan dalam gamelan Jawa, Sunda, Bali maupun masyarakat Melayu, yang berasal dari kata “arbab” yang dikenal di Timur Tengah. 

Bahan pembuatan: Tempurung, kayu tipis/tripleks, kulit ular

Bagian dan ciri*

Rebab berbentuk seperti alat music gesek berdawai 2 yang dinamakan erhu (cina) atau tehyan (Betawi). Bentuk dari tubuh rebab menggunakan tempurung kelapa yang lebih mirip seperti tehyan Betawi. Kedua alat music tersebut hanya berbeda pada bagian membran. Membran pada tehyan menggunakan kayu tipis atau tripleks, tetapi membrane pada rebab menggunakan kulit ular seperti Erhu (Cina), atau sansing (Okinawa). Rebab berukuran panjang sekitar 75 cm dan besar tempurung sangat relative, namun biasanya dicari bahan tempurung yang paling besar sehingga akan menghasilkan suara yang lebih merdu. Sangat dimungkinkan bahwa rebab terpengaruh dari alat music Erhu dari Cina. Dikatakan demikian karena mempertimbangkan dari bentuk dan tangga nada yang digunakan.

Pola permainan melodi tidak jauh berbeda dengan permainan kecapi. Dapat dikatakan permainannya sangat sederhana, karena tidak ada perpindahan posisi dan masing-masing jari hanya memiliki satu fungsi. Rebab menggunakan dua dawai dengan jarak nada 6 (la) dan 3 (mi)

 

Sumber data:

Haryanto, 2015. “Musik Suku Dayak. Sebuah Catatan Perjalanan di Pedalaman Kalimantan”. Yogyakarta: Badan Penerbit ISI

Penginput data: Neni Puji Nur Rahmawati