Alat Musik Jatung Utang

Provinsi: 
Kalimantan Timur

Jatung Utang, adalah sejenis alat musik tradisional dari Kalimantan Timur. Alat musik ini digunaan untuk mengiringi tari-tarian oleh suku Dayak Kenyah di Kampung Pampang Kalimantan Timur.

alat musik tradisional Kaltim

Sejarah:

Alat music ini pernah digunakan untuk mengringi tari-tarian oleh Suku Dayak Kenyah di Kalimantan Timur. Tujuh tahun yang lalu masih bisa didengarkan suara alat music ini, tetapi sekarang hanya disimpan digereja saja. Sebenarnya alat music ini bukan asli dari suku Kenyah tetapi datang dari Sulawesi. Pada jaman dahulu sekitar th 70-an, Jatung Utang dimainkan ketika beristirahat pada saat bekerja di ladang, atau pada waktu sebelum tidur di malam hari. Namun penggunaannya kini hanya digunakan sebagai iringan tari, teater atau dimainkan satu ensambel dengan sapek dan gendang. Dalam masyarakat Dayak Benuaq lebih mengenal alat music tersebut dengan nama Geluning, tetapi kini jarang digunakannya lagi. Biasanya mereka lebih senang menggunakan kelintang yang terbuat dari logam (perunggu, kuningan, besi) yang intervalnya sama tetapi memiliki suara lebih keras dan lebih nyaring.  

Bahan pembuatan: kayu

Cara pembuatan: tidak ada data

Bagian dan ciri*:

 Jatung Utang merupakan salah satu alat musik perkusi melodi sejenis cylophone yang menggunakan tangga nada pentatonik anhemitonik seperti alat musik suku Dayak yang lain. Bentuk Jatung Utang menyerupai alat music gambang Jawa atau gambang Betawi dan gong kayu yang dimainkan dengan Sasando di Nusa Tenggara Timur, tetapi lebih sederhana dan jumlah bilahnya lebih sedikit, yaitu sekitar lima sampai enam bilah. Alat music Jatung Utang juga dikenal di daerah lain dengan nama Tokandung Telung (bahasa Ngaju) dan Geng-Galeng (bahasa Kenyah Lepo Maut).

 

Foto*

Sumber data:

Haryanto, 2015. “Musik Suku Dayak. Sebuah Catatan Perjalanan di Pedalaman Kalimantan”. Yogyakarta: Badan Penerbit ISI.

Penginput data: Neni Puji Nur Rahmawati